Preloader

Loading

image

Usaha kuliner apa yang cocok untuk yang masih karyawan?

Usaha kuliner menjadi usaha yang sering diminati oleh mereka yang ingin mencoba menjadi pengusaha.. tentu karena usaha kuliner memiliki pasar yang besar dan cenderung mudah baik dari sisi mencari konsumen maupun mengoperasikan.

Namun beberapa hal di atas ada beberapa yang asumsi ada juga yang memang fakta. Contoh bisnis kuliner dianggap mudah mencari konsumen dan mudah mengoperasikan… nah tidak selalu ya foodpreneurs…

Bisnis kuliner dianggap mudah mencari konsumen karena semua orang butuh makan, tapi harus diperhitungkan juga bahwa yang menjual makanan dan minuman juga banyaknya banget-banget.. belum lagi kalo produk yang kita jual ga punya keunggulan atau nilai jual.. boro-boro akan dilirik..

Kemudian mudah untuk dioperasikan.. nah ini juga kalo dapet konsumen 1 hari 1 bisa jadi seperti ini tapi kalo ngomongin usahanya pengen laris manis, operasional bisnis kuliner merupakan salah satu yang membutuhkan konsistensi, detail, disiplin dan komitmen supaya produk dan layanan stabil…

Nah potensi tersedia besar, tantangan juga ada di setiap level.. trus kalo statusnya masih jadi karyawan baiknya seperti apa?

ada salah satu cerita dari alumnus Foodizz, Herlinda Sinaga yang juga memulai usaha waktu sambil bekerja yuk dengerin inspirasinya di Foodizz on Sharing berikut -> klik di sini

Selain mengambil inspirasi dari alumni Foodizz, Foodpreneurs juga bisa pertimbangkan beberapa ide berikut yang bisa digunakan untuk mencoba usaha di kuliner sambil bekerja:

1. Pre Order
Dengan menjalankan usaha pre order, jadi kita bisa mengatur jadwal produksinya. Untuk syarat-syarat utama memulai tetap harus dilakukan ya:
– memilih produk yang menarik
– menciptakan brand yang menarik
– membangun social media
– menjalankan aktivitas pemasaran (via WA, sosmed, dll)
namun dengan pre order, bisa Foodpreneurs membuka orderan dari Senin – Jumat, kemudian produksi di hari Sabtu dan Minggu dan pengiriman di hari Senin

Lakukanlah riset produk-produk yang diminati konsumen dan konsumen mentoleransi dengan sistem pre order, contoh:
– makanan sehat (jadi seperti catering mingguan)
– kue/brownies/ dessert
– roti-rotian
– kripik/cemilan
– dan masih banyak lagi

2. Menjadi reseller produk kuliner
Seringkali salah satu yang memakan waktu adalah mempersiapkan produk dan brand nya. tapi jika kita ingin sembari mempelajari cara berbisnis, mengenal konsumen di dunia kuliner, mempraktekan ilmu pemasaran sambil belajar dengan resiko yang kecil, jadilah reseller produk makanan..

Saat sudah mulai bagus penjualannya, bisa pertimbangkan apakah mau membangun terus karir sebagai reseller (banyak yang walau jadi reseller pendapatan per bulan nya juga ratusan juta!) atau mau punya brand sendiri.. dengan begitu mempertimbangkannya jadi lebih leluasa karena sudah lebih handal, lebih kebayang market dan cara berjualan dan sudah memiliki pendapatan juga

pelajari tentang detail menjadi reseller produk makanan dan minuman di video berikut: klik di sini
 

3. Usaha ghost kitchen (cari partner)
Salah satu usaha yang juga bisa banget dilakukan adalah ghost kitchen yaitu usahanya dari rumah/tempat yang sewanya tidak mahal, tapi karena kita juga bekerja dan ga bisa bertugas di jam-jam tertentu untuk yang satu ini memang kalo mau buka setiap hari ya harus berpartner

Tapi kalo mau bukanya misal cuma di jam 6 sore ke atas saat udah di rumah juga bisa banget! karena banyak tipe makanan yang juga dicari orang di jam malem-malem.. misal aneka martabak atau cemilan malam… atau makanan utama juga bisa… jangan lupa Syarat-syarat utamanya tetap harus terpenuhi ya yang ada di poin 1… (brand nya dibangun agar semakin dikenal)

Selain malam, juga bisa buka di Sabtu & Minggu.. dan keunikan ini malah bisa di viralkan bahwa brand foodpreneurs cuma buka di jam xxx hari xxx karena sambil kerja (bisa jadi story tersendiri, kalo bisa mengemasnya dengan keren :))

4. Jualan di marketplace seperti Tokopedia & Shopee
Ini juga bisa dilakukan serupa seperti sistem pre order atau ghost kitchen, kalo mau buka pengiriman setiap hari tentu harus punya partner tapi bisa juga diinfokan bahwa pengiriman hanya setiap hari xxx misal.. dan untuk channel penjualan ini tentu produknya yang dalam kemasan, berarti misal jadwal produksi 1 kali sebulan.. tapi stoknya bisa dipasarkan selama 1 bulan

Berbagai produk yang bisa dikembangkan juga beragam, dari snack, frozen food, dessert, dll… cari apa kesukaan anda dan cocokan dengan potensi pasar yang besar.. supaya mencari pembelinya juga tidak sulit…

So… selamat mencoba!

Semoga bermanfaat.

Sumber disini

Comments are closed

Uploading