Preloader

Loading

image

Opportunity Lost, Kesempatan yg Hilang

Foodpreneur pernah dengan ga istilah di atas? Opportunity Lost atau bahasa Indonesianya KESEMPATAN yang HILANG begitu ajah karena ada ACTION yang tidak kita lakukan dengan berbagai pertimbangan atau memang terlewat oleh kita.

Kesempatan yang hilang ini sering kali disadari atau tidak disadari oleh Foodpreneur ternyata punya impact yang cukup besar loh terhadap bisnis kita, baik jangka pendek maupun jangka panjang, baik itu terkait dengan performa bisnis kita, maupun sesuatu yang terkait dengan brand dan konsumen.

Apa penyebabnya? Ok, sebelum kita bahas penyebabnya, coba kita bahas terlebih dahulu Opportunity Loss apa ajah sih yang bisa terjadi dalam kita menjalankan bisnis, sehingga ketika kita memahami soal ini, kita jadi berhati-hati, agar jangan sampai terjadi di dalam bisnis kita.

1. Opportunity Loss on Revenue

Croffle sedang heboh nih, atau dulu Es Kopi Susu sedang meledak gara-gara Pa Jokowi membeli Es Kopi Susu di Tuku Kopi, sebagai pemilik bisnis apa yang harus kita lakukan? Foodpreneur bisa do nothing dan berpikir “alah cuma tren-tren an, ngapain sih ikut-ikutan”, dan ternyata kedua hal ini MELEDAK, mendatangkan traffic yang demikian besar di brand COMPETITOR, sehingga sales mereka naik dan diperparah dengan sales kita turun gara-gara kita tidak “ikut-ikut an”.

Nah di sinilah kita KEHILANGAN KESEMPATAN untuk mendapatkan traffic dari menu baru tersebut dan lebih parah lagi KESEMPATAN tersebut malah pesaing kita yang mendapatkannya.

2. Opportunity Loss on Profit

Masih menyambung studi kasus di atas, jika strategi produk croffle dan es kopi susu ternyata bisa masuk ke dalam Produk STAR & CASH COW, berarti potensi PROFIT akan hilang dengan sangat signifikan, dan tentu ini sangat merugikan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Pelajari matriks produk BCG (Boston Consulting Group) (Star, Cash Cow, dll) di sini

3. Opportunity Loss on Brand Relevancy

Ok kita lanjut nih, berikutnya dengan memutuskan atau mengabaikan launching croffle di mana ternyata menjadi TREND SETTER menu, menciptakan FOMO (Fear Of Missing Out / takut ketinggalan), kemudian akhirnya malah jadi HABIT (kebiasaan) seperti minum es kopi susu setiap hari, yang terjadi berikutnya adalah konsumen akan melihat BRAND kita JADUL, ga ikut TREND dan ekspektasi konsumen, sehingga akhirnya brand kita ditinggal oleh konsumen-konsumennya.

Dalam bahasa marketing, brand menjadi tidak RELEVAN lagi dengan target market. Kita yang punya KESEMPATAN untuk membangun brand relevancy dengan meluncurkan menu es kopi susu sendiri (tentu dengan differensiasi sendiri” malah memilih untuk mengabaikan, atau lebih parah lagi tidak AWARE (tidak tau ada yang lagi trend), sehingga pada akhirnya HILANGLAH KESEMPATAN untuk membuat brand kita tetap relevan.

4. Opportunity Loss on Growth

Foodpreneur tipikal yang pelit nih untuk berinvestasi di SDM, tidak ingin meng HIRE SDM terbaik padahal brand nya saat ini berkembang cukup baik, revenue meningkat, profitablity, akibat dari tidak adanya SDM yang cukup mumpumi untuk membantu perusahaan bisa SCALE membuat perusahaan tidak dapat tumbuh lagi pada titik tertentu. Kok bisa? Karena ketika kita melakukan SCALE, syarat mutlak adalah didukung oleh SDM yang kuat, kompeten, serta berpengalaman (biarpun bukan satu-satunya faktor yah), nah karena PELIT, terlalu FOKUS di profit saat ini, akhirnya malah GROWTH yang dikorbankan.

5. Opportunity Loss on Motivation

Tidak melakukan sebuah strategi atau program juga dapat mendorong KEHILANGAN KESEMPATAN untuk meningkatkan antusias dan semangat kerja di dalam perusahaan yang jelas impact nya dapat mempegaruhi performa perusahaan. Contoh, seorang pemimpin yang jarang atau tidak pernah mendukung ide-ide / terobosan yang diidekan oleh teamnya yang membuat teamnya menjadi MALAS dan tidak termotivasi untuk memberikan kemampuan terbaiknya.

6. Opportunity Loss on Investment & Collaboration

Salah satu hal penting sebagai seorang Foodpreneur adalah membangun relasi dan silahturahmi dengan banyak orang, sehingga kita bisa melihat peluang atau mendapatkan peluang untuk bisa berkolaborasi dengan banyak pihak dalam banyak hal, tentunya yang terkait bisnis kita. TAPI masalahnya Foodpreneur males bergaul, tidak terlalu suka ngopi-ngopi bareng dan juga tidak merasa nyaman untuk bertemu banyak orang, nah ini membuat Foodpreneur bisa kehilangan kesempatan untuk bisa berkolaborasi loh, sementara, misalnya pesaing Foodpreneur malah sering membangun relasi dan silahturahmi yang membuat brand nya sering mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi.

Nah mungkin banyak lagi Opportunity Loss / KESEMPATAN yg HILANG yang bisa terjadi ketika kita menjalankan bisnis, apa sih penyebabnya?

1. Less Insight & Knowledge
Kurang mencari, mendapatkan, dan memahami data, informasi, knowledge sehingga membuat kita hidup seperti “katak dalam tempurung” atau “hidup dalam masa lalu”, menganggap apa yang dulu dan sekarang kita miliki cukup untuk bersaing di masa depan. TIDAK SEMUDAH ITU FERGUSO, bisnis itu perlu INSIGHT (Pencerahan / Ide / Inspirasi) yang selalu baru dan relevan sehingga Opportunity Loss tidak terjadi ke bisnis yang kita jalankan.

2. No atau Slow Action
Ga ada action, ato action yang slow juga membuat Opportunity Lost terjadi di dalam bisnis kita, orang lain udah ke mana eh kita baru mau bergerak ke arah yang sama “BASI”. Jadi bergerak dengan CEPAT adalah kunci penting agar tidak terjadi Opportunity Loss, namun tentu tetap berdasarkan insight dan perencanaan yang matang.

3. Silo Management & Toxic Team
Opportunity Loss juga terjadi akibat Team Management yang tidak kompak, bekerja sesuai keinginannya masing-masing, tukang jilat atasan yang penting karir lancar, nah Foodpreneur harus hati-hati dengan model team seperti ini, karena punya potensi besar membuat kita KEHILANGAN KESEMPATAN dalam banyak hal, karena memang team Foodpreneur tidak peduli dengan KESEMPATAN TERSEBUT. Bagi mereka KESEMPATAN berarti PEKERJAAN TAMBAHAN, jika tidak ada benefitnya untuk mereka, untuk apa dikerjakan?

4. Afraid to take a risk
Yes betul, setiap ACTION akan menimbulkan RESIKO, nah tipe manajemen yang terlalu berhitung dengan RESIKO sehingga cenderung tidak berani mengambil resiko bahkan yang sudah terukur sekalipun ajah membuat Opportunity Loss bagi bisnis kita.  Jadi sebagai Business Owner, melatih dan membimbing team untuk mengambil RESIKO TERUKUR sangat penting, sehingga kita tidak KEHILANGAN KESEMPATAN yang bisa memberi dampak besar terhadap bisnis kita.

5. Comfort Zone
Terkakhir, KESEMPATAN HILANG sering sekali terjadi karena memang Foodreneur MALES untuk do something, entah itu karena sudah terlalu banyak yang dikerjakan, atau tidak ingin keluar investasi tambahan, atau merasa sekarang juga baik-baik ajah sehingga muncul pemikiran mengapa harus DO SOMENTHING?

So Foodprenuer, setelah memahami apa itu Opportunity Loss yuk ambil langkah agar hal ini tidak terjadi ke bisnis yang kita jalankan. Perkuat insight dan knowledge, susun rencana, action yang terukur serta berani ambil resiko. Toh pada akhirnya sama ajah khan, Foodpreneur ACTION ada RESIKO, TIDAK ACTION juga ada RESIKO.

Semoga Bermanfaat & Keep Learning.

Sumber disini

Comments are closed

Uploading